jump to navigation

Catch the Train! Sunday, 22 May 2011

Posted by idJoe™ in Living in Japan.
1 comment so far

Railmap

Every foreigner living in Japan, especially those living near big cities such as Tokyo or Osaka will likely highly values the convenience provided by Japan  railway network. Living near Tokyo could be either a blessing or a curse, based on where you live and where you work. The cost of living in the outskirt of Tokyo is cheaper, especially cost needed to afford for  apartment, which could soar high if you live inside Tokyo. But living outside Tokyo, means you need to know how to use the train – which line you should take, which direction and what time – and, of course, make the full use of it.
(more…)

Gempa di Pesisir Pantai Timur Jepang Wednesday, 16 March 2011

Posted by idJoe™ in Whatever.
2 comments

Gempa dan tsunami yang melanda pantai timur Jepang; ledakan reaktor nuklir di prefektur Fukushima; gempa di prefektur Shizuoka… Saat posting ini ditulis, hal-hal tersebut masih menjadi berita hangat di koran-koran atau televisi di Jepang, atau mungkin di seputar bola bumi.

Dengan banyaknya berita di media massa, saya rasa tidak perlu lagi menuliskan peristiwa terjadinya tsunami dsb. Meskipun demikian, ada beberapa informasi yang mungkin menarik minat para pembaca blog ini.

1. Seberapa jauh jarak tempat terjadinya tsunami ke ibukota Tokyo?

Tsunami terjadi hampir di sepanjang pesisir pantai timur Jepang. Akan tetapi, kota besar yang mengalami kerusakan terparah adalah kota Sendai (pelafalan: ‘e’  spt pada kata ‘enak’, bukan ‘enam’), yang terletak di prefektur Miyagi. Kota ini terletak kira-kira 360 kilometer di utara Tokyo. Saat gempa terjadi, getaran hebat terasa di Tokyo. Sekitar 10 menit setelah gempa, tsunami melanda. Tokyo, yang terletak di teluk hanya mengalami gelombang pantai setinggi 2 meter. (NB: angin kencang bisa membuat gelombang setinggi 5 meter, jadi 2 meter bukanlah hal yang luar biasa).

2. Seberapa jauh jarak reaktor nuklir ke ibukota Tokyo?

Reaktor nuklir di jepang terletak di pesisir prefektur Fukushima, yang berada di selatan prefektur Miyagi. Dengan demikian, jarak ke ibukota Tokyo kurang lebih 90 km lebih dekat dibanding kota Sendai, yang berarti jarak ke ibukota Tokyo kurang lebih 270 km.

3. Apakah Saitama terkena tsunami?

Saitama terkena tsunami????😮  Setidaknya ada tiga hal yang membuat Saitama hampir mustahil terkena tsunami.

Alasan pertama: Prefektur Saitama termasuk beberapa prefektur pedalaman di Jepang yang tidak mempunyai laut.

Kedua: Jarak terdekat kota Saitama ke laut (yang berarti Teluk Tokyo) kira-kira 50 km. Dan gelombang di teluk selalu lebih jinak dibanding laut bebas.

Ketiga: Kota Saitama relatif lebih aman dari gempa dibandingkan Tokyo.

4. Apakah gempa di Shizuoka juga berpotensi menyebabkan tsunami?

Gempa yang terjadi di prefektur Shizuoka (atau lebih tepatnya Yamanashi) memiliki epicenter di darat, yakni di dekat gunung Fuji. Gempa di darat, terutama di pedalaman, sangat kecil potensinya untuk menimbulkan tsunami.

Pura-pura jadi orang Jepang Sunday, 7 November 2010

Posted by idJoe™ in Whatever.
2 comments

Jumat siang dua hari lalu seperti biasa aku keluar kantor selama istirahat siang untuk mencari makan. Rumah makan tujuan adalah Sakura Suisan (さくら水産)  di dekat stasiun Takada no Baba, yang menyediakan lunch menu dengan harga 500 yen; nasi dan sup miso (味噌汁) boleh tambah sepuasnya. Ruangan tempat makan di Sakura Suisan dibedakan antara orang yang datang sendiri dengan orang yang datang bersama teman. Kebetulan saat itu ruangan untuk tamu individu sudah penuh, jadi mau tidak mau harus ke ruangan dalam yang biasanya diutamakan bagi tamu berdua, bertiga, dst….

(more…)

Adventures in Shimane and Tottori Wednesday, 20 October 2010

Posted by idJoe™ in Reizen.
1 comment so far

My wristwatch showed 1:14 pm. We were at a restaurant inside Matsue station building waiting for my cold noodle and Tawil’s hot soup noodle to be served. Twenty minutes had passed and the train to Nima would depart within 7 minutes. I was getting impatient and asked whether we could have a take-out order instead of having our lunch there. “Sorry, we don’t have such service”, replied the waitress. At last, two minutes later our noodles arrived! While she was staring at us, I finished my lunch in less than one minute, went to the cashier and paid both mine and Tawil’s, then we ran to the ticket machine, which was about 50 meters away, passed the ticket to the gate keeper, climbed up the stairs to the platform and got into the train 10 seconds before the door closed. We made it on time! Otherwise, we had to wait for another train in one hour.

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.